LIVE IN GAYAMHARJO 2017
Live In adalah kegiatan rutin tahunan kelas XII yang diadakan oleh SMA Yos Sudarso Karawang. Live In tahun ini dilakukan pada tanggal 22 - 29 Oktober 2017, di Desa Gayamharjo, Sleman, Yogyakarta.
Definisi, Tujuan, dan Latar Belakang Live In
Live In merupakan kegiatan sosial yang berupa mengetahui serta mengikuti cara atau rutinitas kehidupan sehari-hari orang-orang yang tinggal di desa. Live In bertujuan untuk membentuk karakter hidup siswa-siswi menjadi lebih baik lagi. Live In memiliki latar belakang seperti,
- Kehidupan zaman sekarang semakin pelik.
- Penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan semakin berkurang.
- Pembelajaran formal yang belum banyak memberikan teladan di kehidupan nyata.
- Pengetahuan tentang hidup dan kehidupan nyata yang masih kurang.
- Pendidikan yang menyeluruh adalah membangun manusia yang utuh.
Live In diikuti oleh 141 siswa dan enam guru pendamping. Perjalanan live in dimulai pukul 18.00 WIB dan sebelumnya berkumpul di Gereja Kristus Raja terlebih dahulu. Sekitar pukul 19.30 WIB, kita sampai di rumah makan untuk makan malam.
![]() |
| di rumah makan |
Kami pun tiba di desa Gayamharjo esok harinya pukul 06.00 WIB. Kegiatan live in diawali oleh misa pembuka dan bertemu pamong masing-masing yang akan memdampingi kami saat kegiatan live in. Setelah itu, kami semua istirahat dan mulai mengikuti kegiatan pamong. Pekerjaan pamong pun beragam. Ada yang bekerja sebagai petani, tukang kayu, pedagang, peternak, dan lain-lain. Kami pulang pada 28 Oktober 2017, setelah mengunjungi Candi Prambanan, Keraton Yogyakarta, Malioboro, dan Monumen Jogja Kembali (Monjali) dan tiba di Karawang pada 29 Oktober 2017 pukul 06.00 WIB.
Keadaan Lingkungan Tempat Live In
Lingkungan tempat live in sangat indah. Alamnya masih hijau, dikelilingi oleh perbukitan dan sawah. Desa Gayamharjo yang memiliki luas sekitar 655 Ha ini merupakan daerah yang cukup tinggi karena untuk sampai ke tempat ini perlu naik truk karena bis tidak dapat melewati jalan yang turun-naik. Desa ini dibagi menjadi 7 dusun, 17 RW, dan 45 RT. Desa Gayamharjo ini juga dekat dengan tempat wisata seperti Candi Prambanan, Candi Boko, dan Candi Ijo. Cuaca di desa Gayamharjo ini juga cukup sejuk. Kira-kira terjadi dua kali hujan dalam seminggu di sana. Setiap pagi pun udara terasa dingin dan ketika siang hari, udara sejuk tetapi cuaca matahari sangat terasa.![]() |
| wilayah tempat tinggal saya |
Keadaan Masyarakat Tempat Live In
Mayoritas penduduk desa Gayamharjo bekerja sebagai petani. Namun ada juga yang bekerja sebagai peternak, tukang kayu, pekerja bangunan, dan lain-lain. Hewan ternak yang biasa dimiliki penduduk Gayamharjo adalah kambing, sapi dan ayam. Sumber penghasilan mereka adalah bertani dan beternak. Namun, jika mereka sedang kekurangan uang atau ada keperluan yang mendesak, mereka akan menjual ternak yang mereka punya. Meski penghasilan mereka tidak begitu besar, mereka tetap bisa mencukupi kehidupan sehari-hari mereka dengan memanfaatkan apa yang ada di alam sekitar mereka.Keadaan Pamong yang Ditempati
Perasaan Menjalani Kehidupan Seperti Mereka
Saya merasakan kehidupan mereka yang sederhana. Sehari-hari pergi ke sawah, ngarit atau mengambil rumput, dan memberi makan ternak mereka. Saat siang hari, kami tetap pergi ke sawah walaupun matahari sedang terik. Kadang saya merasa sedih, tapi kadang juga senang. Saya sedih melihat mereka yang sangat bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka, tetapi saya juga senang karena rasa kekeluargaan yang sangat erat di desa Gayamharjo. Masyarakatnya sangat ramah, terbuka kepada orang baru, dan rasa kebersamaan yang dimiliki sangat kuat. Saya juga sangat senang dapat tinggal dengan Pak Prajoko dan Ibu Yani walaupun hanya untuk lima hari. Saya bisa belajar bahwa kebahagiaan tidak didapatkan dengan uang tetapi dengan kebersamaan dan mensyukuri apa yang sudah kita punya.😌Saran
Seharusnya, pemerintah dapat lebih memperhatikan desa-desa kecil. Masih banyak jalanan yang sulit dilewati dan belokan curam yang seharusnya diperbaiki. Dan sebaiknya dibuat jalan yang lebih mudah dilalui untuk ke Goa Maria atau Peleman karena jalanan naik yang curam.Perubahan dan Prinsip Hidup Setelah Live In
Prinsip yang mewakilkan saya setelah menjalani live in,
"Simplicity is the ultimate sophistication." - Leonardo da Vinci
Tindakan Nyata yang Dilakukan
Tindakan nyata yang akan saya lakukan adalah lebih menghargai hidup, menghargai kebersamaan, terbuka dengan orang baru, hidup bermasyarakat, dan mensyukuri apa yang saya punya. Kebaikan dan pelajaran yang saya dapatkan saat live in juga saya jadikan sebagai motivasi untuk menjalani hidup lebih baik lagi.
Sekian blog yang saya buat. Maaf jika ada salah-salah kata. Semoga blog ini dapat menjadi manfaat bagi para pembaca^^
Terima kasih atas perhatiannya.♡😚
![]() |
| Candi Prambanan |






Komentar
Posting Komentar